BPBD Tanbu Mulai Kaji Resiko Bencana Periode 2025-2030

- Redaksi

Rabu, 16 Oktober 2024 - 19:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batulicin – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) memulai Kajian Risiko Bencana periode 2025–2030.

Kajian Risiko Bencana ini sebagai langkah proaktif dalam menghadapi berbagai potensi bencana, dan bertujuan untuk memetakan risiko bencana alam di wilayah Tanah Bumbu.

Kepala Pelaksana BPBD Tanah Bumbu, Sulhadi, menyampaikan, kajian risiko bencana untuk dipetakan kemudian dikaji oleh tenaga ahli agar dijadikan bahan acuan rencana pembangun daerah atau disebut pembangunan berbasis mitigasi bencana.

“Saat ini kajian risiko bencana itu sudah berjalan dan sudah berapa kali ekspos, kemudian dilakukan pengambilan sempel di desa-desa,” ungkapnya, Rabu (16/10/2024).

Baca Juga :  Tanah Bumbu Gelar Advokasi Wajib Belajar Satu Tahun Prasekolah, Langkah Strategis Membangun SDM Berkualitas

Menurut Sulhadi, setelah itu yang menentukan rawan terjadi bencana itu adalah tenaga ahli berdasarkan hasil kajian mereka.

“Mereka itukan sekarang turun, dimana titik-titik yang rawan terjadi banjir, longsor, banjir rob, sehingga nantinya tidak diperbolehkan adanya bangun, namun kita akan konsultasikan ke Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) pusat, dimasukan ke inventaris,” tambahnya.

Selain itu, Sulhadi juga menjelaskan terkait kondisi cuaca yang saat ini musim kemarau basah, namun untuk di daerah lain saat ini masih musim panas.

Baca Juga :  Tanah Bumbu Gelar Sosialisasi Ideologi Pancasila dan PBB untuk Penguatan Karakter Kebangsaan

“Jadi kita di Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru ada perubahan iklim untuk perkiraan cuaca dan kita tetap berkoordinasi dengan BMKG dan juga saat ini anggota BPBD Tanah Bumbu melakukan persiapan tim reaksi cepat dengan melakukan latihan selama tiga hari di Brimob dan Kodim, serta terakhir di BPBD Tanah Bumbu dengan melibatkan kesehatan,” pungkas Sulhadi.

Berita Terkait

Pesona Budaya Mappanre Ri Tasi’e, Magnet Wisata dan Ekonomi Tanah Bumbu
Tanah Bumbu Perkuat Sinergi Digitalisasi Transaksi untuk Genjot PAD
12 Tahun Menanti, Tanah Bumbu Raih Juara Umum PORDA PERPAMSI Kalsel 2026
Sinergi PKK dan SKPD Tanah Bumbu Siapkan Lima Agenda Besar 2026
Tingkatkan Kapasitas, Kader PKK Tanah Bumbu Ikuti Pelatihan Administrasi
Pemkab Tanah Bumbu Gelar Rakoor Satgas Makan Bergizi Gratis
Produk Unggulan Tanah Bumbu Tampil di Sirang Kriya Banua TMII
Karnaval Mallibu Kampong Awali Pesona Budaya Mappanre Ri Tasi’e 2026

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 13:34 WITA

Pesona Budaya Mappanre Ri Tasi’e, Magnet Wisata dan Ekonomi Tanah Bumbu

Rabu, 22 April 2026 - 11:00 WITA

Tanah Bumbu Perkuat Sinergi Digitalisasi Transaksi untuk Genjot PAD

Senin, 20 April 2026 - 11:15 WITA

12 Tahun Menanti, Tanah Bumbu Raih Juara Umum PORDA PERPAMSI Kalsel 2026

Senin, 20 April 2026 - 10:05 WITA

Sinergi PKK dan SKPD Tanah Bumbu Siapkan Lima Agenda Besar 2026

Sabtu, 18 April 2026 - 15:35 WITA

Pemkab Tanah Bumbu Gelar Rakoor Satgas Makan Bergizi Gratis

Sabtu, 18 April 2026 - 13:36 WITA

Produk Unggulan Tanah Bumbu Tampil di Sirang Kriya Banua TMII

Kamis, 16 April 2026 - 12:03 WITA

Karnaval Mallibu Kampong Awali Pesona Budaya Mappanre Ri Tasi’e 2026

Kamis, 16 April 2026 - 09:36 WITA

Andi Rudi Latif Resmi Buka Pesona Budaya Mappanre Ritasi’e

Berita Terbaru

Advetorial

Sinergi PKK dan SKPD Tanah Bumbu Siapkan Lima Agenda Besar 2026

Senin, 20 Apr 2026 - 10:05 WITA